TI dan Transformasi Organisasi January 7, 2008
Posted by GI in Teknologi Informasi dan Organisasi.Tags: business process improvement, business process reengineering, business scope redefinition, business transformation, systems integration, teknologi informasi, transformasi organisasi
add a comment
Teknologi informasi, seperti komputer dan internet, mempunyai kekuatan dalam mengubah manusia dalam melakukan banyak hal karena menawarkan kecepatan, akurasi, kapasitas, dan interaktivitas yang tidak terbayangkan sebelumnya. Untuk alasan ini banyak organisasi, baik privat maupun publik, mengadopsinya sebagai salah satu alat perubahan. Setidaknya mereka ingin memanfaatkan teknologi ini untuk mengotomatisasi aktivitas organisasi dengan harapan akan bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Demi tujuan itu mereka rela mengeluarkan dana jutaan hingga milyaran rupiah untuk membeli dan menginstall TI untuk kepentingan organisasi.
Meskipun demikian, keputusan investasi tersebut tidak selalu disertai justifikasi yang memadai. Untuk itum beberapa pertanyaan kritis bisa saja diajukan, misalnya: apakah investasi tersebut memang bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas seperti yang diharapkan? Apakah TI yang diadopsi bisa merubah organisasi, memperkuat daya saing, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kualitas produk dan layanan?
Membuat TI ‘Berbicara’ Bagi Organisasi January 7, 2008
Posted by GI in Actor-Network Theory, Teknologi Informasi dan Organisasi.Tags: Actor-Network Theory, teknologi informasi, transformasi organisasi
add a comment
Banyak yang percaya bahwa teknologi informasi (TI) mempunyai kekuatan dalam efisiensi dan produktivitas organisasi dan kepercayaan semacam ini biasanya menjadi dasar justifikasi bagi investasi TI. Akan tetapi apakah benar bahwa investasi TI memang bisa mewujudkan impian organisasi untuk menjadi lebih efisien dan produktif? Secara sempit, pada level individual, jawabannya mungkin ‘ya’, sebab pekerjaan seperti pembuatan laporan, desain, atau penghitungan bunga bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Namun, apabila pertanyaan itu diterapkan pada level yang lebih luas, organisasi, jawabannya tidak selalu positif.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk mencari bukti apakah produktivitas selalu meningkat dengan investasi TI. Dan yang sangat mengejutkan adalah bahwa jawabannya ‘tidak’. Sering terjadi, investasi TI tidak bisa mendongkrak kinerja keuangan organisasi bisnis. Investasi TI justru bisa mengurangi produktivitas dan efisiensi organisasi. Fenomena ini lebih populer dengan istilah productivity paradox. Kegagalan investasi tersebut antara lain disebabkan oleh kegagalan mengelola perubahan, ketidakcocokan antara sistem informasi yang dengan kebutuhan organisasi, ketidakcocokan kultur, dan lain-lain.


